Christopher Robin, Kembalikan Keceriaan dengan Liburan

Pooh dan Christopher Robin (dok. Walt Disney) 

Hari minggu siang diajak nobar oleh @jeceyehospital untuk nobar Christopher Robin nih ceritanya.  Akhirnya aku dan anakku berangkat juga untuk memenuhi undangan pelaksana ke xxi epicentrum bareng temen dari komunitas sahabat blogger.  Nah berikut sedikit ulasanku tentng film keluarga berjudul Christopher Robin:

Christopher Robin sebuah film baru besutan dari Walt Disney. Film ini merupakan sebuah film adaptasi dari novel atau dongeng klasik menjadi film live action. Film dengan perpaduan nnuansa anak-anak dengan orang tua memang patut untuk dinikmati untuk membangkitkan karakter anak bangsa.

Saya selaku pendidik melihat film genre ini semakin menarik ketika diawali dengan kisah Christopher Robin semasa anak-anak. Sebuah khalayan dari Christopher Robin yaitu bisa kembali ke masa dunia boneka patut diacungi jempol. Christopher Robin semasa muda tersebut bermain dengan Winnie the Pooh, serta teman-teman Pooh yaitu Eeyoree, Tigger, Kanga, Roo, Rabbit, Owl, dan Piglet.

Mulai beranjak dewasa, Robin pun harus memasuki sekolah berasrama. Robin pun berpesan kepada Pooh dan teman-temannya bahwa dia akan memasuki dunia sekolah asrama dan pendewasaan dirinya akan dimulai. Pooh dan teman-teman pun mengucapkan perpisahan kepada Christopher Robin dengan berpesta. 
Lalu, mereka pun berpisah. :’(
Christopher Robin pun beranjak mulai berada di sekolah yang berasrama hingga kepada dunia kerja. Tak sadar, saat berada di sekolah, Christopher Robin selalu memikirkan tentang Pooh dan kawan-kawannya. Bagi Cristopher Robin, Pooh menjadi inspirasinya.

Dunia Christopher Robin mulai berubah saat berada di sekolah asrama. Christopher Robin mulai disibukkan dengan dunia kehidupan untuk dirinya. Tak ada waktu kesenangan. Bagi Christopher Robin dirinya hidup untuk menghasilkan uang dan kesenangan.

Dunia Christopher Robin pun berubah drastis, hingga memiliki istri bernama  Evelyn dan mempunyai anak yang bernama Madeline. Saat bersama keluarga yang paling mangasyikkan tentu saja kebersamaan penuh sukacita. Namun, Christopher Robin menghilangkan kenyataan tersebut. Dirinya hanya memikirkan pekerjaannya.
Disaat pekerjaannya semakin berat, Christopher Robin pun mulai untuk meninggalkan istri dan anak. Baginya pekerjaan adalah segala-galanya. Hingga kepenantan akan dunia kerjanya, Christopher kembali ke masa-masa di mana dia duduk di sebuah taman. Saat bersamaan Pooh pun berada di Taman dan akhirnya mereka bertemu.

Pooh langsung mengenali Christopher Robin begitupun sebaliknya. Mereka berdua seakan sudah ada keterikatan hati diantara mereka. Pooh pun mengutarakan bahwa dirinya sedang mengalami kesulitan karena kehilangan teman-temannya. Namun, Christopher bukannya menolong melainkan menginginkan agar Pooh kembali ke dunianya.

Christopher Robin disaat demikian anak dan istrinya menginginkan untuk pergi berlibur. Namun, Christopher pun mengingkari dan lebih menginginkan tugas kerja di kantornya terselesaikan. 
Bukannya kerjaannya beres, namun Christopher justru harus berhadapan dengan dunia Pooh. Di saat inilah klimaks dalam film mulai bermain. Meski film ini seakan terlihat datar dan pencahayaan yang gelap. Namun di film ini justru mengendalikan keutamaan dari dua hal tersebut untuk kekuatan dari film tersebut. Kesuksesan dari adanya Christopher dalam menemukan Pooh dan teman-temannya menjadi langkah awal mengembalikan dunianya sebenarnya.

Namun, di saat tersebut, dunia kerja Christopher Robin harus diselesaikan. Nah, Pooh pun berusaha untuk menolong Christopher Robin. Disinilah sebuah pesan kuat dari adanya film berdurasi hampir 120 menit tersebut. Sebuah persahabatan akan menolong di saat senang maupun di kala susah.

Pun demikian, dalam Christopher Robin kehidupan ahrus menjadi sebuah makna kebahagiaan. Kehidupan bukan hanya sekedar pekerjaan saja. Namun lebih dari itu agar menjadi kebahagiaan bersama dalam hidup dengan siapapun termasuk keluarga yang merupakan kebahagiaan tersendiri di dalamnya. Film yang dirilis di Indonesia pada 22 Agustus 2018 ini menampilkan ciri khas Walt Disney untuk kebahagiaan dunia anak. 

Selamat menonton sahabat...

Poster film (dok. Walt Disney) 

Nah,  inilah beberapa foto yang sayang untuk dibuang dalam keseruan ku bersama anakku saat nobar:





Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Laporan Hasil Belajar Prakondisi PLPG 2017

Menikmati Family Time di Little Boss Play and Eat

Berkunjung ke Dunia Peri Dongeng di Fairy Garden the Lodge