Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

Membeli Hasil Panen dari Petani Secara Online, Santuy

Gambar
Pandemi COVID-19 ini adalah harus tetap berada di rumah ya. Begitupun dengan menjaga 3M ya. Mencuci tangan pakai sabun, memakai masker dan menjaga jarak. Namun kebutuhan keluarga juga perlu ditingkatkan nih. Terutama asupan gizi bagi keluarga. Tentu perlu makanan yang bergizi dengan pemenuhan 4 sehat 5 sempurna. Kebutuhan buah sangatlah membangkitkan semangat dalam menjalani hari-hari tentunya.Sebuah kenikmatan di masa pandemi COVID-19 yaitu ada yang namanya online shop. Nah, ini merupakan sebuah kehati-hatian juga dalam melaksanakan jual beli melalui online shop ini. Namun, jika melaksanakan pembelian online shop dan mematuhi aturan protokol kesehatan, tentu akan lebuh mudah, aman, nyaman dan juga akan menyehatkan tubuh tentunya.Saya tertarik untuk membeli kebutuhan 4 sehat 5 sempurna melalui panen fresh. Diberitahu oleh teman sesama narablog akhirnya saya mencoba membuka websitenya. Lumayan praktis dan menarik sih untuk pembelian buah dan kebutuhan pangan lainnya.Saya mencoba melaku…

Rumah di Seribu Ombak, Menyatukan Kisah Persahabatan dan Kelamnya Kehidupan

Gambar
Film Rumah di Seribu Ombak merupakan film yang memberikan makna toleransi mewujudkan nilai persatuan. Dua remaja dalam film ini membuktikan hal tersebut. Samihi (11 tahun) beragama islam, menjalin persahabatan dengan Yanik (12 tahun) beragama Hindu.Pertemuan Samihi dengan Yanik diawali saat Samihi dibully oleh sekelompok anak di sebuah pantai di  Desa Kaliasem Singaraja Kabupaten Buleleng. Melalui pertemuan tersebut akhirnya terurai rasa ketakutan Samihi kepada ombak di pantai juga dengan derasnya air mengalir. Air dikisahkan sebagai lambang kedamaian terurai dalam film. Air laut yang menerjang, membuat Samihi berjuang untuk menaklukkan rasa ketakutan pada dirinya. Yanik membantu Samihi untuk berjuang melawan ketakutannya tersebut. Emosi terpancar pada Yanik dan Samihi di kala Yanik yang menyeret Samihi untuk bisa berenang bahkan berselancar di pantai.Makna ketaatan beragama terlihat saat Samihi dengan perantara Yanik berlatih Qiro’at (Qur’an) untuk bisa berlomba Qiro’at dan memenangk…

Aku dan Hari Esok, Masih Adakah Asa di Negeri Perbatasan?

Gambar
Film Aku dan Hari Esok mengkisahkan tentang seorang guru bernama Yudis yang mengajar di perbatasan Kalimantan-Malaysia. Ditemani kisah anak-anak yang menambah erat ­chemistry. Tika anak berprestasi namun lemah dalam kondisi fisiknya. Pun ada Seba dengan kisah dukanya. Hubungan ini menjalin emosi perjuangan pendidikan begitu tinggi. Terlihat dalam semangat Seba menuntut ilmu dan dibantu oleh Yudis agar Seba bisa menuntut ilmu.Teman Yudis bernama Ferdi dengan profesi sebagai pengemudi kapal. Adanya iklim perbatasan tersebut, kapal memang masih menjadi alat transportasi. Hal ini disebabkan karena daerah perbatasan, dengan kritik sosial yaitu sebuah wilayah dengan negeri yang berbeda. Bahkan dalam hal berbelanja juga masih digunakan menggunakan mata uang negara Malaysia. Menyedihkan sekali kisah negeri perbatasan.Kisah persahabatan yang terjalin antara Yudis dan Ferdi, tentu menjadikan film ini semakin hidup. Sebuah kritikan dari Ferdi kepada Yudis pun terngiang untuk kondisi pendidikan s…