Film Mahasiswi Baru Sarat Makna Nan Kocak

Dok. MNCPictures

Dunia Pendidikan selalu penuh keseruan dan warna tersendiri. Tingkat pendidikan berjenjang mulai dari SD, SMP, serta SMA, hingga ke Perguruan Tinggi. Mengingat kisah lamaku dalam memulai pendidikan khususnya di Perguruan Tinggi dengan penuh suka duka sejak masa Orientasi Pengenalan Kampus (OSPEK) yaitu dengan membawa benda aneh dan kurang mendidik.

Kenangan semasa OSPEK tersebut yaitu hadir di kala ada sebuah billboard di sebuah jala raya tentang film bernuansa pendidikan berjudul Mahasiswi Baru. Penasaran, akhirnya kucoba untuk mencari tahu apa sich yang bisa diambil manfaat dari Film Mahasiswi Baru yang rilis pada 8 Agustus 2019 kemarin. “Iya kan Genkz” begitulah ucapan Omah Widyowati dalam trailer film Mahasiswi Baru di youtube yang semakin buatku tertarik untuk menontonnya.


Film Mahasiswi Baru Hadirkan Kelucuan Sarat Makna

Finally, aku langsung menuju bioskop di hari pertama tayang di bioskop. Sengaja kutonton di awal penayangan di jam 10:35 agar bisa mengetahui lebih jauh kisah dan sdikit mengenang tentang menjadi seorang anak kuliahan.

Di awal film, Omah Lastri (diperankan Widyawati) sedang menceritakan kisahnya menjadi seorang anak kuliahan. Bersama dengan anak kuliahan lainnya serta juga dengan dosen, dekan, dan rektorat merasakan kebahagiaan saling membaur dalam nuansa kekeluargaan. Dengan gaya lucunya dimulai saling tertawa dan ceria bersama dalam kondisi senam untuk kesehatan badan.

Twist berikutnya beralih bahwa Omah lastri merasakan kehilangan seorang cucu satu-satunya. Sementara anaknya, Anna (diperankan oleh Karina Suwandhi) dan menantunya (diperankan Iszur Muchtar) juga merasakan hal yang sama dengan Omah Lastri. Kesedihan membuat mereka semua merasakan terasing kehilangan semata wayangnya. Twist perubahan seakan diajak berkaca bahwa hidup adalah sebuah rasa yang harus dipertahankan.
Merasakan asing karena kondisi rumah dengan kehilangan anggota keluarga membuat Anak, Menantu dan Omah Lastri membuat kesibukan masing-masing. Akhirnya tercetus bahwa Omah Lastri ingin melanjutkan kuliah. Sebuah cita-cita yang ingin diwujudkan untuk terus semangat belajar dari Omah Lastri pun mendapat pertentangan dari anak dan menantunya. Namun, di balik semua keinginan tersebut, akhirnya Omah dengan usia 70 tahunan pun segera mendaftar di Universitas Cyber Indonesia.

Beralih ke Universitas Cyber Indonesia juga mendapat kelucuan lainnya yaitu dengan penolakan dari administrasi universitas dikarenakan usia Omah yang sudah tidak mendukung. Nah, scene bagian ini juga mengundang gelak tawa dengan tingkah Omah yang lucu. Bukan saja lucu namun seketika terbahak dengan perkataannya yang membahana. Pesan lainnya daam scene lucu ini yaitu bahwa setiap manusia berhak untuk belajar sejak lahir hingga meninggal. Di sisi lain, pesan yang ingin disampaikan yaitu bahwa setiap manusia berhak hormat dan tidak menentang/melawan kepada orang tua.
Scene beralih kepada sesi pemotretan untuk kartu mahasiswi. Di sini perbedaan gaya pun terjadi, dimana Omah Lastri yang tidak terbiasa berfoto akhirnya berfoto juga demi menjadi anak kuliah. Berfoto dengan muka tertutup tangan pun akhirnya menempel di kartu mahasiswi Omah. Scene ini tentu merasakan senyum sendiri dan tertawa. Eitssss, tunggu dulu setelah sesi pemotretan selesai dan kartu mahasiswa jadi dengan foto yang aneh menempel, Omah justru tertawa bahagia. Di sini gelak tawaku kembali membahana.

Dukungan masa ospek pun berlangsung. Perbedaan Masa Pengenalan Kampus berbeda masa. Di masa lalu dalam pengenalan kampus selalu bernuansa pembodohan dan tidak mendidik, namun di scene ini terjadi perbaikan masa pengenalan kampus yaitu dengan pakaian yang sudah rapi. Justru gaya Omah Lastri masih terbawa masa lama dengan membawa panci dan rambut dikuncir dengan banyak pita, sementara mahasiswi baru lainnya tidak melakukan hal ini. Asli, scene ini bikin mesem dan mengulang masa silamku selalu mahasiswa dengan gaya demikian, dan tentu saja menambah kelucuan film ini. Namun, di balik masa pengenalan kampus ini akhirnya para senior justru tunduk dan hormat kepada Omah Lastri.

Berlanjut ke masa kuliah, akhirnya perkenalan terjadi antara Omah Lastri dan teman-teman lainya. Omah lastri yang mudah akrab pun kembali menuai keakraban. Pertemanan dengan Danny seorang anak alay yaitu youtuber picisan dengan akun Baladani pun terjadi. Danny (diperankan Morgan Oey) dalam masa pengenalan kampus membuat live streaming dan mengumbar sisi kampus dengan hadirnya mahasiswi baru yaitu Omah Lastri. Morgan Oey merasakan kematangan teknik perannya dengan gaya lucunya. Bahkan selaku anak alay yang selalu ingin update live streaming pun kerap membuat lucu dan gelak tawa bagi penonton. Aku merasakan perutku sakit menahan tawa akibat ulahnya Danny tersebut.

Scene lain dipertemukannya Omah Lastri dengan Erfan (diperankan oleh Umay Shahab). Erfan yang merupakan anak yang kritis selalu ingin perubahan ke arah perbaikan menjadi rasa tersendiri bagi dunia kampus. Perubahan untuk kampus yang lebih baik diperjuangkan oleh Erfan. Salah satu yang diperjuangkan yaitu dengan tidak adanya kuis dadakan sebelum adanya perkuliahan. Erfan membuat semacam petisi dengan unggahan di media online. Namun, bertemu dengan Omah untuk mendukung petisi tersebut, justru Omah dengan gaya hape era tahun 1990-an pun membuat decak kagum dan tawa. Tentu saja, tidak bisa membuka situs website petisi yang dibuat Erfan. Dengan gaya santai Omah pun meminta agar Erfan bisa membuka melalui hape jadul Omah.
Bertemu dengan Reva dengan gaya selalu urakan dengan rambut tak pernah disisir. Omah merubah gaya Reva yang berantakan menjadi stylish dengan mensisir rambut dan memberikan bau harus dengan adanya parfum dari Omah. Namun, beda parfum Omah dan anak ala sekarang membuat Reva jadi bahan kelucuan bagi Erfan. Karena Reva ternyata diberikan parfum wangi kamboja.

Pertemanan lainnya Omah dengan Sarah (diperankan Mikha Tambayong). Pertemanan dengan Sarah memberikan rasa kebahagiaan bagi Omah dan Sarah. Sarah memberikan rasa perjuangan membuat drama kehidupan di kampus ke Omah. Sarah yang ingin menjadi seorang disainer namun harus berkuliah dengan jurusan komunikasi ini akhirnya tercipta drama kehidupan bagi mereka berdua. Salah satunya yaitu dengan stylish Omah yang menggoda pak Chaerul (diperankan Slamet Rahardjo) selaku pimpinan di kampus.

Pertemanan Omah dengan Danny, Erfan, Sarah, dan Reva akhirnya mereka pun membuat genk. “Iyakan genk”, “yoi bray” sebuah kata sederhana tersebut membuatku tertawa. Omah Lastri dalam kehidupan kampus pun ingin merasakan adanya kesetaraan, salah satunya yaitu panggilan omah lastri cukup dengan lastri saja. Kesetaraan ini tentu saja membuat rasa pas jika kalimat gaul pun diutarakan, “Iyakan genk.”

Ternyata dengan adanya genk yang terbentuk mereka berlima membuat onar. Salah satu keonaran yang mencuat yaitu Lastri harus di DO karena tidak bisa memperoleh nilai yang baik. Bagaimana kisah selanjutnya Omah Lastri memperjuangkan keinginan untuk terus menuntut ilmu di perkuliahan pun membuka tabir siapa diri masing-masing aggota genk sebenarnya.

Setiap Scene dalam film ini bukan saja berkisah tentang kelucuan namun juga sarat makna dengan kisah yang membahana. Ada tawa, sedih, riang bertaut dengan proporsi yang pas dimana kelucuan masih bertaraf pada 65% berlangsungnya film, selebihnya berkisah kesedihan, dan keunikan kisah. Sangat pas jika film ini menjadi hiburan untuk bisa ditonton bersama keluarga dalam berbagai rentang umur. Saya menikmati sekali rasa dari film ini.


Komentar

  1. waduh ini full of spoiler buatku yang belum nonton
    banyak yang review bagus dan lucu nih Mahasiswi Baru. Meski udah ada spoiler tetap penasaran gimana akting Widyawati.

    BalasHapus
  2. Aku liat trailernya super kocak. Ngebayangin klo kelak aku tua n pengen memenuhi mimpi ngelanjutin S2ku kali ya kyk gni

    BalasHapus
  3. Jadi penasaran nih endingnya film gimana, apa si Omah Lastri bisa sampai lulus atau gmn. Penasaran juga sama akting Widyawati kalau bermain peran yang komedi gtu bagus jg gak ya :D

    BalasHapus
  4. Aku penasaran sama ending nya,, akting widyawati dari dulu udah gak diragukn lagi ya

    BalasHapus
  5. Filmnya kayaknya lucu ya..aku malah pensaran dengan actingnya Morgan di sini..

    BalasHapus
  6. Baca reviewnya aja udah terhibur nih apalagi nonton filmnya langsung ya kak . Akh kudu jadwalin nih minggu ini.

    BalasHapus
  7. Aku sudah cerita dengan ibu tentang nih film, mau ajakin beliau nonton bareng rasanya pasti seru

    BalasHapus
  8. Reviewnya lengkap banget.. tapi jadi udah terbayang semua scenenya xixixi .. untung aku udah nonton deh.

    BalasHapus
  9. Film gokil bangett tahun ini Mahasiswi Baru ini ya
    nggak pernah kebayang deh cerita dengan tema unik beginian
    aku pengen nonton hiks

    BalasHapus
  10. Reviewnya lengkap banget mba dan aku nonton ini ketawa ngakak hahaha

    BalasHapus
  11. Sepertinya film ini seru sekali ya kalo ditonton rame-rame, jadi pengen juga nih nontonnya

    BalasHapus
  12. Sebenarnya kalau daftar kuliah di usia 70 tahun itu bisa gak siih...?
    Hhhaa...aku penasaran sama realita di lapangan dan film. Apakah sama?

    BalasHapus
  13. Seru banget ya film Mahasiswi Baru ini ikutan merasakan kesereuan dan kocaknya deh. Kebayang nenek-nenek kuiah lagi dan melakukan OSPEK hehe... jadi penasaran kalau kuliah usia 70 an lagi gimana ya genk-ku kelak haha...

    BalasHapus
  14. Hihi ini spoiler buat aku, jadi penasaran liat aktingnya Omah, gimana kalau nenek² yang ikutan ospek yaa

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menikmati Family Time di Little Boss Play and Eat

Seberapa Greget Kamu Memiliki Rumah di Tahun 2019?

Awali Harimu dengan Lebih Berarti