Melek Media Sosial di Masa Pandemi, Seberapa Pentingkah?

 



Pandemi Covid 19 sudah berjalan di tahun kedua. Diawali dengan ketakutan dan kehebohan yang terjadi terkait informasi Covid 19 hingga adanya penutupan arena/wilayah berkumpulnya masyarakat, seperti pusat perbelanjaan, bahkan pusat pendidikan pun ikut terkena dampaknya. Lebih parah lagi, seluruh aktivitas perekonomian pun merosot, banyak warga masyarakat yang turut terkena dampaknya. Dalam hal ini, saya juga mengalami nasib serupa di September 2021, diberhentikan tanpa pesangon dan tunjangan. Menyedihkan memang..

Perihal tersebut, tentu saya yang berprofesi sehari-hari sebagai seorang guru pun tidak boleh lengah. Tidak boleh patah arang dengan keadaan yang menimpa. Keadaan ekonomi keluarga pun harus berjalan. Media Sosial pun tidak tertinggal dan lengah dari genggaman. Ada gunanya sich, bahkan penting juga.

Berikut pentingnya Media Sosial:

1. Sebagai Media Informasi dan jejaring khalayak.

Yups, Media Sosial menjadi ajang untuk mencari pelatihan atau webinar. Penyebaran pun sangat cepat, mulai dari yang berbayar hingga yang gratis. Memanfaatkan media sosial ini dalam hal ini sangat penting. Nah, tentu saja, di media sosial juga digunakan untuk ajang bersilaturahmi tentunya. Menjaring khalayak untuk saling berbagi informasi. Namun, ada kalanya informasi harus disaring kebenarannya ya.. jangan sampai terlena menyebarkan/membagikan informasi tanpa cek dan ricek informasi yang didapat.


Bisa dilihat, di awal pandemi memang simpang siur informasi terkait Covid 19. Bahkan, warga masyarakat masih enggan melaksanakan protokol kesehatan. Namun perlahan dengan dengan media sosial bisa saling berbagi informasi ke masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan agar terjaga dan memutus rantai droplet Covid 19. Dan saat ini, bisa dilihat dengan adanya media sosial bisa maksimal pula untuk masyarakat bisa ikut vaksin Covid 19. Ingat donk, masih banyak hoax yang dibuat untuk memberi informasi yang tidak benar. Dan kita seharusnya bisa mengantisipasi hal tersebut.

Di awal pandemi di awal 2020 pula, saya sempat mengupgrade diri berupa mengikuti agenda pelatihan untuk menunjang pembelajaran. Ada yang namanya pelatihan Virtual Coordinator Training (VCT) yang diadakan oleh Tikomdik Jawa Barat. Saya mendapat informasi tersebut dari media sosial tentunya. Dan kesempatan belajar pun saya tidak sia-siakan untuk saling belajar, berbagi, dan juga supaya bisa tumbuh bersama pejuang dalam dunia pendidikan serta masyarakat umum.

 2. Sebagai media alternatif dalam pembelajaran

Tak bisa dipungkiri, dengan kondisi Pandemi Covid 19, media sosial menjadi lahan untuk bisa belajar. Hal ini saya rasakan pula dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) saya lakukan dengan media sosial instagram atau youtube. Ya, karena saya mengajar matematika untuk siswa SMA, maka yang familiar saat itu adalah instagram. Saya pun mengajar secara live di instagram pribadi saya. Di berbagai kesempatan, saya pun mencoba mengajar secara live di youtube. Dan semakin berjalannya waktu hingga akhirnya menggunakan media pertemuan dengan aplikasi zoom, webex, hingga google meet.


Nah, pada kondisi saat ini saya pun masih menggunakan media sosial untuk pembelajaran secara hybrid kepada siswa. Sulitkah??? Dijalani saja sich. Selagi ada usaha tentu akan berbuah hasil yang terbaik, terutama untuk pendidikan. Andaikan media sosial saya tinggalkan sejak pandemi, justru pembelajaran tidak akan berlangsung dengan maksimal. Dan saat ini pun bisa dilihat, penggunaan media sosial sebagai media pembelajaran oleh guru-guru se-Indonesia. Whatsapp atau telegram pun ternyata bisa dijadikan sebagai media untuk pembelajaran.

3. Sebagai branding diri

Mau tak mau, media sosial sangat penting dalam mengenalkan diri ini kepada khalayak. Dengan adanya media sosial bisa memberikan informasi tentang diri sendiri kepada orang lain. Membagikan keahlian diri agar dikenal orang lain. Saya sendiri dalam melakukan aktivitas sosial terkait diri saya yang seorang guru juga selaku penulis.



Bukan hanya itu sebenarnya. Media sosial juga menjadi wadah kampanye bagi dunia perpolitikan. Beberapa daerah yang melaksanakan pemilihan kepala daerah pada masa pandemi Covid-19, justru sebagai langkah pemenangan calon melalui media sosial. Hal tersebut juga turut diatur dalam UU Pemilu. Begitu efektifnya media sosial sebagai branding diri, bisa memenangkan sang calon.

Bukan saja ajang perpolitikan, sebenarnya setiap diri juga harus mempunyai branding ya. Termasuk pula dalam media sosial ini sebagai wadahnya untuk portofolio ya. sangat efektif juga lho.

4. Sebagai wadah penambah cuan

Siapa sih yang tidak tergiur dengan adanya cuan. Di masa pandemi Covid 19 ini kondisi perekonomian sedang sulit, beberapa masyarakat mencari tambahan cuan melalui media sosial. Dengan menjadi seorang seleb di media sosial tertentu, hingga kepada mengikuti quiz atau giveaway hingga lomba yang diadakan akun-akun tertentu. Namun, perlu hati-hati juga saat mengikutinya. Perlu teliti sekali, jangan sampai justru ingin menambah cuan malah menjadi mengeluarkan cuan.



5. Sebagai ajang bersilaturahmi

Nah, ini yang terutama sekali tentang adanya media sosial yaitu jejaring pertemanan dan silaturahmi. Sebenarnya bukan hanya di kondisi pandemi Covid 19 namun juga sebelum pandemi.


Dengan adanya pandemi Covid 19, justru pertemanan dalam media sosial semakin meningkat. Informasi teman yang sedang terkena Covid 19, meminta bantuan doa hingga kepada materiil. Semua diakukan dengan sukarela dan penuh rasa persaudaraan. Tak ada sekat dalam memiliki pertemanan. Namun, kehati-hatian perlu dilakukan karena sudah adanya UU ITE yang mengikat masyarakat di media sosial.

 

Olah Grafis : Sae

Oke deh teman-teman, begitulah pentingnya dalam bermedia sosial, terutama di masa pandemi ya. Yuks, Saatnya melek dan bersemangat dalam bermedia sosial dengan tindakan yang efektif dan lebih baik ya. Sabi!!!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menikmati Family Time di Little Boss Play and Eat

Seberapa Greget Kamu Memiliki Rumah di Tahun 2019?

Menikmati Bebek Kaleyo di Tomang yang Enak