Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Dilema Parkinson dengan Pola Hidup Sehat

Gambar
Suasana Kamis yang penuh keceriaan dengan iringan terik matahari membuat diri ini harus ikut serta dalam sebuah diskusi tentang penyakit parkinson. Undangan dari panitia pun telah kudapatkan untuk mengikuti rangkaian acara blogger dan vlogger gathering pada 7 November 2019.

Dalam balutan terik matahari kulajukan kendaraan menuju RS Premiere Jakarta, perjalanan panjang dengan hambatan sinar menjadi sebuah tantangan untuk mengetahui jenis penyakit yang tergolong baru saja kuketahui. Walhasil, satu setengah jam perjalanan mengendarai kendaraan roda dua pun berlabuh di RS Premiere Jakarta. Memasuki RS Premiere Jakarta sholat sejenak karena waktu sholat sudah tiba. Selesai melaksanakan sholat Dzuhur ku melihat grup whatsapp terkait blogger gathering ini. Acara yang berada di lantai 9 pun harus dilaju dengan berdiri di atas lift hingga lantai 8. Lalu ke lantai 9 harus kutempuh dengan menggerakkan kakiku menaiki satu tangga dari lantai 8.

Suasana kenyamanan yang penuh sukacita kulihat dari …

Kenangan bersama Bekraf

Gambar
Sebuah kenangan memang indah bila bisa dikelola dengan baik. Namun, sangat sulit. Mengapa harus ada perpisahan jika tak ada pertemuan terjadi. Begitulah proses kehidupan.

Kenanganku dengn sebuah lembaga ini terjadi hari ini. Lembaga ini sudah kukenal sekedar nama saja sudah lama, namun aku baru berkecimpung dan mengetahui program yang ada di tahun 2019 ini. Bekraf sebuah lembaga pemerintahan yang menangani tentang kegiatan fitur perekonomian kreatif.

Ya, lembaga ini akan hilang pada pemerintahan berikutnya di era pak Jokowi-Amin menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. Resmi lembaga ini hilang sejak diumumkan pada Rabu, 22 Oktober 2019. Lebih tepatnya lembaga ini kembali menyatu dengan pariwisata, yaitu menjadi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan menteri yang duduk menjabat amanah ini yaitu Baak Wishnutama.

Memang perubahan nama di era pemerintahan di Indonesia sering terjadi. Dan kebijakan pun akan berubah sesuai dengan pimpinan yang terbaru. Dan ini sebu…

Sweet 21 Curug in Garut

Gambar
Sweet 21 merupakan masa indah bagi usia. Peralian masa dewasa dan pematangan diri untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan. Begitupun judul yang tertera pada tulisanku kali ini yaitu tentang sweet 21. Namun, sweet 21 berkaitan erat dengan kondisi Garut yang memang sedang menggalakkan eksplorasi wisata dan wilayahnya yang asri dan alami. Nah, kali ini Sweet 21 Curug tentu saja tentang sebuah Curug (air terjun) yang harus dilihat dan dieksplorasi keindahannya di Garut.

Dalam mengarungi keindahan Curug yang ada di Garut, para wisatawan seperti aku maupun kamu juga harus persiapkan fisik yang prima untuk bisa menjelajahnya loh. Selain kondisi tubuh yang prima, laiknya berpetualang perlu dipersiapkan pula ransum dan perbekalan lain seperti obat-obatan. Hal ini akan bermanfaat dalam penjelajahan sweet twenty Curug.

Baiklah, Sesuai dengan judul, kuakan membagikan informasi terkait curug yang ada di Garut. Ada 21 Curug yang unik dan bisa membuat kenangan indah loh:

1. Curug Nyogog
Curug in…

Menikmati Kebahagiaan dengan Sajian Minuman Sehat ala Milenial

Gambar
Jalan-jalan ke lokasi wisata di Kota Tua Jakarta adalah sebuah keindahan tersendiri bagiku. Tak ada kata yang penuh kenikmatan di kali ketiga berwisata di Kota Tua. Menikmati Kota Tua memang harus menikmati kesukaan penuh suka dan makna.

Pagi itu, di hari Kamis, 25 September 2019 aku berjalan menuju lorong demi lorong bangunan yang ada di Kota Tua. Saat itu, ditemukanlah sebuah cafe dengan konsep milenial namun menjual minuman tradisi lama (alay).

Aku masuk ke kafe yang bernama Acaraki sekitar jam 11an bersamaan dengan teman-teman dari ISB. Agenda bertajuk #ISBTrip tersebut menggodaku untuk menelusuri lebih jauh tentang jamu yang merupakan salah satu warisan leluhur dari negeri Indonesia tercinta.

Jamu ini adalah salah satu ketertarikanku dalam mengikuti #ISBTrip karena terkait minuman kesehatan. Kenapa harus Jamu dan ada apa dengan Jamu? Nah, kegiatan #ISBTrip tersebut diawali dengan kegiatan trip di Pelabuhan Sunda Kelapa dan menjelajah museum Syahbandar dan Museum Bahari.

Menjelaj…

KEPO di Literasi Anak Bekasi Membaca

Gambar
KEPO merupakan sebuah istilah bagi generasi milenial yang lebih berarti kepada keingintahuan yang lebih kepada sesuatu. Namun, kepo yang dimaksud penulis yaitu mengulas dari yang disampaikan oleh Rifa Fadilah dalam kegiatan Anak Bekasi Membaca pada Selasa (17/9). "KEPO sebuah akronim dari Kreatif, Enerjik, Produktif, Optimis," ucap librarian dari Perpustakaan Nasional.

Lanjutnya, Rifa menjelaskan tentang makna KEPO itu sendiri. Kreatif yaitu anak Indonesia memiliki kemampuan dengan mencoba yaitu praktek langsung. Enerjik itu berarti bahwa anak Indonesia harus semangat, tanpa lemah ataupun lemas. Produktif berarti bahwa anak Indonesia harus menghasilkan karya. Dan Optimis yaitu anak Indonesia harus punya cita-cita setinggi langit.

Rifa sendiri juga memberikan masukan kepada khalayak yang hadir bahwa anak-anak juga harus turut dilatih budaya membacanya. "orang tua juga harus mendukung aktivitas membaca anak, yaitu dengan bersama-sama melaksanakan aktivitas membaca bersam…

Tips Balapan yang Nyaman ala Demas Agil dan Toyota New Yaris Unleash Your Fun

Gambar
Dunia otomotif di Indonesia lagi menjadi sorotan. Bukan saja karena banyak peminat mobil ataupun sepeda motor yang meningkat, namun juga terpincut dengan adanya dunia balapannya.

Balap mobil, Indonesia juga sedang mengalami popularitasnya loh. Baru-baru ini dari Toyota Team Indonesia memenangkan kejuaran balap mobil yaitu pada 24 Agustus 2019. Menariknya lagi, balap mobil itu kan seperti ugal-ugalan gitu ya? Eits, tunggu dulu ternyata pandanganku salah, tidak selalu ugal-ugalan loh balap mobil itu.

Berbincang dengan pembalap mobil Indonesia yaitu Demas Agil dari Toyota Team Indonesia (TTI), justru memantik rasa ingin tahu bagiku terkait hal tersebut. Di Rumah Makan terjadilah sebuah acara yang seru dan oke punya membahas hal tersebut. Dalam acara Bertajuk VIVA Talklife x Toyota Unleash Your Fun selain Demas Agil yang pembalap (TTI) juga hadir mas Dimas Aska selaku Head of Media Relation PT. Toyota Astra Motor.

Nah, apa saja sih tips yang dibagikan oleh Demas Agil dalam acara yang ber…

TrueMoney Berikan Rasa Kemerdekaan Pengiriman Uang Tanpa Rekening

Gambar
Generasi Zaman Now identik dengan adanya gawai yang menyertainya. Begitupun dengan kehidupan sehari-harinya. Kalau dahulu ada sebuah syair lagu, mau makan ingat kamu, mau bobo juga ingat kamu, bla bla bla, Nah, era zaman sekarang berubah menjadi mau makan selalu ada smartphone, mau bobo juga selalu ada smartphone dan kegiatan lainnya pun selalu menyertai smartphone di dekatnya. Lalu, dalam segi pembayaran pun hidup di masa milenial saat ini juga ada yang namanya TrueMoney sebagai pengganti dalam pembayaran.

Rasa ketertarikan saya terhadap aplikasi TrueMoney semakin membuncah. Mencoba perlahan demi perlahan untuk bisa menggunakannya. Nah, beginilah rasa keinginantahuan terhadap aplikasi TrueMoney sebagai alternatif pembayaran tanpa uang. Yups, memang dalam sistem pembayaran TrueMoney bisa melakukan semua transaksi dengan aplikasi yang terpasang di handphone maupun EDC.

Mengapa sih harus TrueMoney? Jawabannya tentu saja dengan adanya kemudahan, kecepatan, dan keamanan. Mudahnya menikma…

Merah Putihku Tak Tergantikan

Gambar
Merah Putih tidak bisa diganti merupakan salah satu quote yang terdapat dalam film yang tayang pada 20 Juni 2019. Dalam film ini kisah anak-anak dari belahan timur Nusa Tenggara Timur berusaha mempertahankan merah putih tetap ada. Kisah merah putih sebagai simbol nasionalisme bagi sang anak menjadi kunci dari ide cerita dari film ini.

Film dikisahkan pada awalnya yaitu tentang empat sekawan yang sedang ingin merayakan hari proklamasi yaitu 17 Agustus. Mereka akan mengikuti lomba panjat pinang yang meriah. Anak-anak tersebut yaitu Farel, Oscar, Anton dan David.  Dalam mengikuti panjat pinang tersebut, Empat sekawan tersebut saling berbeda pendapat tentang hadiah yang akan diambil terlebih dahulu. Perdebatan tak kunjung selesai, kekalahan yang mereka dapat. Kekalahan yang diterima mereka tersebut membuat empat sekawan tersebut saling menyalahkan satu sama lain.

Adegan dilanjutkan dengan tradisi yang terjadi di Atambua, Belu, Nusa Tenggara Timur yaitu adanya merias rumah dan daerahnya. …